5 Manfaat Tinta Alami yang Ramah Lingkungan

April 06, 2022

Kehidupan kita pasti akan selalu dikelilingi oleh percetakan baik gambar atau tulisan. Ketika kamu keluar rumah kamu banyak menemukan brosur atau papan jalan yang berisi kata-kata atau saat memasuki dapur juga kamu melihat botol kecap yang bagian luarnya tercetak oleh tinta.

Apakah kamu sadar tentang keberadaan tinta di kehidupan kita? Pulpen atau spidol yang kamu pegang sekarang juga terbuat dari tinta. Namun, apakah kamu tahu tentang tentang alami? Ya, semua tulisan yang ada di sekeliling kamu tersebut ada yang terbuat dari tinta alami dan juga tinta konvensional.

Tinta alami juga bukan hanya tinta cumi hitam saja. Ternyata ada banyak jenis tumbuhan yang bisa dijadikan tinta alami. Selain itu, tinta alami juga sangat berpengaruh untuk keseimbangan ekosistem lingkungan, lho!

 

Apa itu tinta alami?

Sebelum masuk ke dalam definisi tinta alami, kamu harus tau ada berbagai jenis tinta yang ada di sekitar kita. Contohnya adalah tinta konvensional dan tinta alami. Tinta alami adalah salah satu jenis tinta yang biasanya berasal dari bahan-bahan alami seperti tumbuhan.  Salah satu tinta alami yang dapat kamu temui adalah tinta dari kacang kedelai atau soy ink.

 

Perbedaan tinta alami dengan tinta konvensional

Perbedaan tinta alami dengan tinta konvensional terletak pada bahan baku produksinya. Ttinta konvensional biasanya terbuat dari minyak bumi, logam, dan pewarna atau pigmen. Sedangkan, tinta alami terbuat dari bahan-bahan alami atau dari minyak nabati seperti getah pohon, alga dan juga minyak kacang-kacangan. Tinta alami juga tidak banyak menggunakan bahan kimia sebagai campurannya. 

Cara membuat tinta alami juga lebih mudah karena kamu hanya perlu menyuling minyak nabati dari berbagai tumbuhan kemudian kamu masak dan campur dengan resin, lilin, dan juga pigmen.

 

Manfaat menggunakan tinta alami

Tinta alami memiliki banyak manfaat yang harus kamu ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Dapat diperbarui dan sustainable

Manfaat tinta alami adalah terbuat dari minyak nabati yang kebanyakan minyak nabati tersebut tersebar di mana-mana seperti minyak dari pohon pinus, kacang kedelai, dan alga.  Ketiga tumbuhan ini dapat diperbaharui dan juga sustainable yang artinya akan terus berlanjut dan tidak akan merusak sosial atau lingkungan.

2. Mudah untuk didaur ulang

Sama seperti bahan alami lainnya, manfaat tinta alami adalah mudah untuk didaur ulang. Tinta alami juga tidak banyak menggunakan bahan kimia sebagai pencampurnya. 

Sehingga, bahan dasarnya bisa kamu gunakan untuk hal yang lain. Tinta alami juga lebih mudah dihapus atau dihilangkan.

3. Menghasilkan lebih sedikit polusi

Jika, tinta konvensional yang terbuat dari minyak bumi dapat meningkatkan berbagai polusi bagi lingkungan. Hal ini tidak terjadi pada tinta alami, karena kelebihan atau manfaat dari tinta alami adalah menghasilkan lebih sedikit polusi. Contoh, penyulingan dari tinta alami bisa menggunakan cara tradisional, sehingga tidak perlu menggunakan mesin yang cukup bising.

Tinta alami kacang kedelai juga renda VOC (Volatile Organic Compounds) atau senyawa kimia yang mudah menguap dan bereaksi saat ada sinar matahari.

4. Warnanya tidak kalah bagus dari tinta konvensional

Mungkin, kamu sempat berpikir jika tinta alami memiliki warna yang terbatas. Namun, ternyata manfaat tinta alami adalah kaya akan warna. Kamu bisa menggunakan tinta alami berbahan kacang kedelai karena akan menghasilkan warna yang vibrant yaitu cerah dan tegas.

5. Cenderung lebih cost-effective

Manfaat tinta alami adalah harganya akan cenderung lebih ekonomis daripada tinta bahan lainnya, karena bahan tinta alami itu dari tumbuhan yang dapat dibudidayakan atau tersebar di mana-mana. Belum lagi, manfaat tinta alami adalah menggunakan sedikit senyawa kimia. Sehingga, berpengaruh terhadap penekanan biaya.

 

Produk Lokal Beralih Ke Tinta Ramah Lingkungan

Saat ini TAVI berusaha untuk menanamkan nilai sustainable di dalam kemasan produk. Tavi juga berinisiatif untuk sadar terhadap lingkungan dan planet bumi dengan memutuskan tidak menggunakan lem, agar mempermudah proses daur ulang kertas.

Untuk tinta pada kemasan produk, TAVI memilih menggunakan soy ink atau tinta dari kacang kedelai yang lebih ramah lingkungan dan menggunakan sumber tinta yang terbarukan.Melalui cara ini TAVI berupaya agar tidak hanya sekedar menjadi merek produk kecantikan saja, tetapi bisa menjadi merek kecantikan yang sadar akan kelestarian alam dengan menetapkan penggunaan tinta alami yang ramah lingkungan.